JATILUHUR & WANAYASA, Touring Bingung

Tim Survei HSX-125

Tim Survei HSX-125

Awal Maret 2009, libur tiga hari rasanya ngga “sreg” kalo ngga melampiskan rindu akan pertualangan dengan motor, kontek beberapa temen, hmmm… ada aja halangan mereka ga bisa ikutan touring, yang kerjaan lah, yang sakit lah, macem-macem alasannya.
Sampai H minus 1 dari tanggal 7, lokasi tujuan plus rekan seperjalanan belum nemu juga, ‘kans’-nya jadi 20% buat ngabisin liburan awal Maret ini dengan touring jadi kenyataan, ditambah lagi tangal 7-8 Maret ini Honda ngadain gelaran Honda Racing Championship (HRC) 2009, acara yang tiap tahun ngga pernah terlewatkan, di samping reunian ketemuan sama rekan-rekan lama di seluruh club Honda, juga untuk nostalgia ngerasain soulnya balapan waktu masih perjaka dulu…. ‘kans’-nya jadi turun 10%. Pasrah deh, liburan panjang ini ngga touring.

Tapi semangat touring timbul kembali saat dateng ke acara HRC di Kemayoran, di sana ketemu beberapa rekan gila touring HSX, yang dikenal sbg tim survei HSX pertama (Lember, Noer, Boyke), beberapa rekan jadul HSX (Achi, Om Ei & Wahyu item) plus Budi Anduk, Angkatan Anyer, gayung bersambut, dari obrolan-obrolan iseng, timbul ide touring dadakan yang biasa disebut “Touring Bingung” sama rekan-rekan HSX… Dari obrolan iseng ini, akhirnya diputuskan jalan Minggu sore berangkat ke Wisata Jatiluhur, Purwakarta, lokasi yang pas, disamping ngga terlalu jauh, cocok juga dengan waktu yang kita punya, yaitu cuma 1,5 hari sebelum hari kerja (Selasa, 10 Maret 2009). Touring ini sekaligus buat ngawal rekan-rekan Angkatan Ciwidey 2, yang merupakan Panitia untuk touring resmi HSX berikutnya. Akhirnya terbentuklah secara dadakan tim survei pelantikan HSX ke-11, terdiri dari 8 motor 10 orang, 7 orang yang disebut di atas plus 2 rekan Angkatan Ciwidey 2 (Aji, Enrike), dan satu orang lagi sang penulis, Achi & Wahyu item berperan sbg rider cadangan.

KEBERANGKATAN
Biasa deh jam-nya anak club, pasti ngaret…… janjian kumpul jam 7-an di rumah Lember (Bambu Apus), pas teng jam 7 sampai lokasi, blom ada satupun yang nongol batang hidungnya, termasuk tuan rumah… sekitar 15 menit menunggu, satu per satu berdatangan, akhirnya tim komplit di jam 10 malem,… jam 22.15, setelah sedikit briefing, tim survei pun meluncur, ngga lupa nyatet kilometer dan indikator bensin, odometer ke 0 (nol) kilometer, dengan pertamax full tank 3,7 liter (kurang lebih Rp 22.000,-).
Inilah asyiknya touring bingung, kita bebas soal waktu berangkat plus rute yang bakal kita tempuh, sedikit nyeleneh, akhirnya diputuskan Jakarta – Purwakarta lewat jalur tak lazim, yaitu jalur Cibubur – Jonggol – Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta. Tengah malampun membelah jalan setapang kampung Bojong Manggu yang berbatu dan sepi tanpa lampu, banyak cerita di rute ini.

Bambu Apus – Teluk Jambe ditempuh dalam waktu 2 jam 20 menit, kilometer menunjuk ke angka 75 km. Waktu yang cukup lama untuk jarak tempuh 75 km, dikarenakan kondisi jalan di Kp. Bojong Mangu yang kecil, gelap, rusak dan sedikit berbatu.

Setelah briefing sejenak di Teluk Jambe untuk menentukan lokasi istirahat, tim kembali melanjutkan perjalanan dan 15 menit berikutnya (km: 83) tim kembali berhenti untuk istirahat di alun-alun kota Karawang. Setelah kenyang menyantap nasi goreng, sate marangi, roti pisang bakar dll, perjalanan dilanjutkan pada pukul 01.35.

Jam 03.15, tim tiba di Purwakarta kota, setelah sebelumnya sempat dijemput oleh rekan-rekan dari Honda 125 Community dan Vixion Purwakarta di Sadang. Tim pun istirahat di rumah salah satu rekan H125C.

09.30 pagi, sebelum survei lokasi dilaksanakan, tim terlebih dahulu diajak untuk menghadiri akad nikah dan resepsi salah satu rekan H125C. Setelah resepsi selesai, tim meluncur ke lokasi survei di Jatiluhur, perjalanan menuju Waduk Jatiluhur sungguh mengasyikkan dengan motor, sayang jalur meliuk-liuknya Cuma beberapa kilo meter saja sebelum di gerbang utama / loket wisata Jatiluhur, tiket masuk perorang & motor Rp 8.000,-

WISATA JATILUHUR

Jatiluhur

Waduk Jatiluhur dari kejauhan

Tiba di Jatiluhur jam 12.00 (km: 138).
Sebelumnya sempat wisata ke Jatiluhur bareng keluarga, tapi hanya ke Water World nya saja, belum sempat ke area-area sekitarnya. Ternyata saat survei, dipandu oleh rekan2 dari H125C Purwakarta, wisata Jatiluhur ternyata menyimpan lokasi-lokasi menarik lainnya. Lokasi yang cocok untuk acara keakraban club, ditambah pula dengan villa/pavilion yang cukup besar, mewah dan murah pula.

Villa 3M (Murah, Meriah namun Mewah)

Villa 3M (Murah, Meriah namun Mewah)

Namun sayang lokasi yang sudah begitu cocoknya harus dibatalkan karena ternyata seluruh villa di kawasan wisata Jatiluhur sudah full-booked untuk dua bulan ke depan, jadi untuk menyewa villa-villa tersebut kita harus booking 2 bulan sebelumnya. Akhirnya survei ke Jatiluhur tidak membuahkan hasil apa-apa, namun kekecewaan rekan-rekan terbayar dengan wisata waduk yang cukup menyenangkan, disamping wisata kuliner yang begitu nikmat dan murah. Sesaat setelah survei, tim beranjak ke salah satu rumah makan di pinggir waduk Jatiluhur. Dengan kalap tim memesan menu 5 kilo ikan mujaer nila, 2 porsi sop patin, 1 kilo jambal, 4 porsi cah kangkung, plus nasi dan beberapa makanan dan minuman lainnya, yang setelah makan cuma menghabiskan Rp 407.000,- cukup murah untuk makanan yang begitu banyak dan beragam.

ikan-food

ikan-food

WISATA WANAYASA, puncaknya Purwakarta
Setelah makan, tim memutuskan untuk mencari lokasi alternatif lainnya, akhirnya diputuskan tim meluncur ke wisata Wanayasa, atas anjuran dari rekan-rekan H125C Purwakarta yang setia mengawal kita kemana pun selama survei.
Jarak dari Jatiluhur ke Wanayasa kurang lebih sekitar 40 kilo meter, sempat survei ke beberapa villa, semuanya cukup menarik dengan pemandangan yang eksotis dan menawarkan kelebihan-kelebihan, namun belum satupun yang “sreg” di hati rekan-rekan tim survei.
Di seputaran Wanayasa (km: 180), sempet kembali isi bensin, full tank, premium sebanyak Rp 16.000,-. Ini berarti HSX 002, kurang lebih perbandingan konsumsinya 1:49, masih cukup irit untuk motor berumur 3 tahun 8 bulan.
Survei akhirnya diputuskan ke salah satu villa milik rekan H125C Purwakarta masih di kawasan Wanayasa, sempet “ciut” pula lihat rute menanjak menuju villa jalurnya berbatuan dan licin serta cuacapun hujan dan hari sudah sore tanpa ada hasil survei yang jelas.

Jalur bebatuan menuju Villa

Jalur bebatuan menuju Villa

Namun sesampainya di lokasi villa, kericuhan rekan-rekan tim akhirnya terbayar dengan pemandangan indah di seputaran villa, kebetulan villa berada tepat di atas bukit, sehingga pemandangan ke bawah dan ke beberapa gunung besar di Jawa Barat terlihat. Villa tidak cukup besar, hanya berupa saung dengan fasilitas seadanya, tapi semua terbayar dengan indahnya pemandangan sekitar. Jarak jalur bebatuan dari jalan raya Wanayasa menuju villa sekitar 1 km, kurang lebih dapat ditempuh dalam waktu 8 menit.

Villa di atas bukit

Villa di atas bukit

Pemandangan dari villa di atas bukit

Pemandangan dari villa di atas bukit

Beberapa rekan tim survei menyetujui bila acara keakraban HSX 125 Community untuk angkatan selanjutnya dilaksanakan di tempat ini, namun seluruh keputusan tetap berada di tangan Ketum, Divisi Acara dan Panitia yang berangkat survei ini.

KEPULANGAN
Setelah azan Maghrib, pukul 18.30 tim segera meluncur menuju Jakarta, sempat selama 1 jam tim harus merapat ke tukang tambal untuk menambal ban motor salah seorang rekan tim survei. Pukul 19.35 perjalanan pulang dilanjutkan. Pukul 20.15 (km: 208) tim sampai di alun-alun kota Purwakarta dan pukul 20.25 (km: 211) tim survei pitstop di Sadang untuk pamitan dengan rekan-rekan H125C Purwakarta yang telah mengawal tim selama survei.
Setelah pamitan tim kembali meluncur ke Jakarta lewat jalur Sadang – Kws industri BIC – Karawang – Cikarang – Bekasi – Pekayon – Bambu Apus.

Pitstop sesaat di SPBU BIC, pukul 21.15 (km: 227) dan Jl Raya Cikarang, pukul 22.30 (km: 265) kurang lebih 1 jam. Jalanan rusak cukup parah dan banyak lubang sepanjang dari BIC – Karawang hingga Cikarang. Tim survei tiba di seputaran Sekretariat HSX di Bambu Apus pukul 00.15 (km: 306), dan berpisah ke kediaman masing-masing.

KESIMPULAN:
Jarak dan waktu tempuh dari Sekretariat HSX Bambu Apus sampai Lokasi survei rujukan di Wisata Wanayasa adalah sebagai berikut:

Rute Jakarta – Jonggol– Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 155 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kondisi jalur Jonggol – Teluk Jambe yang berbatu, tapi sepi kendaraan.

Rute Jakarta – Pekayon – Bekasi – Cikarang – Karawang – BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 126 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 45 menit dengan kondisi jalur Karawang – Cikarang – Bekasi yang rusak parah.

Villa di Wanayasa menurut beberapa rekan tim survei: VERY RECOMMENDED.

Penulis: Herlun HSX 002

Special thanks to: Mas EI & Boyke HSX atas foto-fotonya

4 Tanggapan

  1. Jahhh…. gw kagak di ajak!

    teganya….10x 😦

  2. Maklum Fer…… dadakan

  3. kalo saia yang jelas gak bakal diajak😛

  4. Tergantung!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: